Kawan

Kawan

Ck... ck... kakiku melangkah tak karuan melintasi rerumputan hijau. Di bawah langit yang berwarna biru, sebiru hatiku sore ini. Hmm, jadi ingat sama seseorang.

Ini tentang dia, selintas suaranya, sekilas wajahnya dan seindah perangainya. Aku merindukannya, di hari-hariku yang lelah. Tapi aku begitu membencinya. Sebab dia tak pernah menyebutkan namaku. “Hah! Nama itu gak penting” jawabnya, tiap kali aku bertanya siapa namaku. Ugh! Bagaimana bisa dia berpikir seperti itu? Dari nama bisa ketebak karakter seseorang, dari nama orang akan menoleh jika dipanggil, dari nama orang bisa tertebak terlihat manis dan dari nama pula seseorang mempunyai kebanggaan. Walau dulu aku sempat membenci namaku, gara-gara dia, aku jadi merindukan namaku.

Aneh, aku belum sempat bertemu langsung dengannya. Hanya lewat layar ataupun hanya sekedar suara yang kudengar. Dia memang misteri seperti kehidupan ini. Tapi sesungguhnya dia adalah sosok manusia yang rendah hati.

“Sahabat adalah harta yang tak ternilai”

Dimuat di BVD April 2009
Tulisan ini karya: Lani, 21 tahun, Kebumen

0 comments: