Maju Terus & Tulisan Lainnya

Maju Terus

Beberapa waktu lalu, impian kami untuk membuat film produksi sendiri sempat pupus karena seseorang harus keluar dari tim, dan pergi meninggalkan setumpuk pekerjaannya yang belum selesai. Parahnya lagi orang ini adalah pemeran utama sekaligus sutradara yang tidak mungkin digantikan posisinya. Kesedihan para kru saat itu memang tak dapat dielakkan lagi, begitu pula dengan rasa kecewa yang mendera kami karena merasa telah melakukan pekerjaan yang sia-sia.

Hal ini pun tidak hanya dirasakan oleh para kru, tetapi mungkin juga oleh semua teman kami yang memiliki harapan besar untuk berlangsung dan suksesnya sebuah impian. Namun, dari semua kegagalan akan selalu ada pelajaran dan sebuah harapan baru yang menanti untuk kami raih. Mengapa tidak kami sambut dengan hati ceria? Sepertinya motivasi itulah yang akhirnya mengisi semangat para kru kami, hingga akhirnya film itu berhasil kami selesaikan pada waktu yang telah ditentukan.

Pelajaran: Jangan pernah menyerah sebelum mencoba.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Berusaha Menerima

Teman-teman sekolahku sering sekali menertawai dan mengejek ketidakmampuanku dalam melafalkan kata dalam bahasa Inggris. Kekesalanku atas ejekan mereka lebih banyak membuatku menderita dibandingkan ketidakmampuanku ini. Rasanya ingin sekali berontak, namun karena tak enak hati, niat itu pun kupendam dalam hati. Apakah aku merasa bahagia? Tentu saja tidak! Apalagi ejekan itu terus berlangsung dari hari ke hari. Lama kelamaan meledaklah semua pendaman emosiku selama ini. Akhirnya, keluarlah kata-kata sudah aku pendam selama ini.

“Berhentilah menertawai dan mengejekku!” Tetapi apa yang terjadi? Ejekan bukan mereda, malah makin menjadi. Akhirnya, karena merasa lelah, aku pun pasrah dan tidak lagi berusaha menolak apa pun yang mereka katakan, malahan aku ikut menertawai kebodohanku sendiri. Lalu, apa yang terjadi? Bukan kekesalan ataupun ketidaknyamananlah yang aku rasakan saat itu, tetapi rasa lega dan bahagia.

Pelajaran: Menerima sesuatu apa adanya membuat hati kita damai.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Indahnya Memberi

Dapat memberi itu indah ya? Kebahagiaan dari memberi sungguh tak terkira. Tak ada kata yang tepat untuk dapat melukiskan betapa bahagianya perasaan dari seseorang yang memberi. Kita menyebutnya berdana, namun kadang kala jika kita mendengar kata “Berdana” yang ada dipikiran kita adalah memberikan materi kepada makhluk lain.

Sebenarnya berdana bukanlah sekedar memberikan materi saja. Ada banyak sekali bentuk dana yang dapat kita berikan kepada makhluk lain, bukan saja yang berbentuk nyata/ konkret tapi juga yang tidak dapat dilihat/ abstrak. Contohnya dengan tenaga, memberikan ceramah Dhamma, nasehat dan memberikan maaf. Entah berbentuk ataupun tidak berbentuk, sedikit ataupun banyak, berdana (memberi) dengan tulus dan iklas, pastinya dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan yang instan/ langsung bagi si pemberinya.

Kalau tak percaya cobalah berdana secara tulus dan iklas saat ini, pasti sekarang ini kita dapat merasakan kebahagiaannya.


Dimuat di rubrik Buddhis Menulis (BM) BVD Mei 2009
Ke-3 tulisan ini karya: Selfy Parkit, usia 25 tahun, guru TK, Tangerang

0 comments: