Catatan Rekor Buddhis

Rekor Dunia dan Rekor Muri Buddhis


Catatan rekor ini berasal dari catatan rekor dunia (Guinness Book of World Records) dan dari Museum Rekor dunia Indonesia (Muri). Daftar rekor ini disusun berdasarkan abjad nama rekornya. Namun, rekor Guinness kami tempatkan pada urutan atas, baru diikuti rekor Muri.

Dalam posting ini Rekor Buddhis mempunyai 2 makna. Pertama: rekor yang diraih oleh seorang Buddhis. Kedua: rekor yang berhubungan dengan Buddhis.

Contoh rekor kedua adalah patung Buddha terkecil. Sepengetahuan penulis, A.H. Bolang (seniman miniatur,
rekoris Muri pembuat patung Buddha terkecil) bukanlah seorang Buddhis. Jadi, data yang termuat di sini bukan berarti rekoris-nya pasti seorang Buddhis.

Selamat membaca dan mengenal rekoris (pemegang rekor) Guinness dan Muri. Untuk melihat foto-foto yang berhubungan rekor Buddhis di bawah ini, silakan klik: Galeri Foto Rekoris Buddhis.



  1. INGATAN TERDAHSYAT DI DUNIA. Pada tahun 1956, di Konsili Buddhis Ke-6 di Yangon, Myanmar, tercatat suatu peristiwa bersejarah yang menggemparkan dunia. Di hadapan ribuan peserta sidang dari berbagai penjuru dunia, Bhikkhu Badanta Viccittasara menjawab pertanyaan dari seluruh isi Tipitaka yang diajukan oleh Sayadaw Mahasi. Beliau mendaras Kitab Suci Tipitaka yang tebalnya sekitar sebelas (11) kali lipat Kitab Injil, tanpa bantuan naskah, dengan begitu lancar, tanpa salah sedikit pun! Beliau juga dikenal dengan nama Sayadaw Mingun, seorang bhikkhu dari Desa Mingun, Myanmar, yang mendapat gelar Tipitakadhara (Penghapal Tipitaka) pertama pada era modern ini. Tradisi menghapalkan Tipitaka semacam ini masih dilestarikan di Myanmar, dan hingga kini sudah tercatat ada 11 orang Tipitakadhara. Ini juga membuktikan bahwa tradisi menurunkan ajaran Buddha secara ingatan dan oral sebelum Tipitaka dituliskan adalah memungkinkan dan bukanlah isapan jempol belaka. Atas prestasi yang mengagumkan ini, Guinness Book of World Records 1986 mencatat Sayadaw Mingun sebagai rekoris: MANUSIA DENGAN INGATAN TERDAHSYAT DI DUNIA. Suatu gelar yang sudah selayaknya dan lebih mengundang decak lagi karena beliau menghapalkan naskah yang bukan dari bahasa ibunya (Myanmar), melainkan dari bahasa asing (Pali) yang sudah ”mati”. Mingun Sayadaw wafat pada tahun 1993, pada usia 82 tahun, setelah melewatkan 62 masa ke-bhikkhu-an (vassa). Di antara 11 orang Tipitakadhara, 7 di antaranya masih hidup sampai saat ini. Yayasan Karaniya dan Ehipassiko Foundation, bekerja sama dengan berbagai pihak, berhasil mendatangkan 2 orang ”legenda hidup” ini, yakni Bhikkhu Indapala (46 tahun) dan Bhikkhu Thondara (51 tahun). Tanggal 16-21 Desember 2006 mereka roadshow di Medan, Jakarta, Palembang, Surabaya, dan Semarang.
  2. ABSENSI DIGITAL SELULAR PERTAMA. Jumlah sekolah Buddhis di Indonesia memang belum sebanyak sekolah yang berbasis agama lain. Tapi, kalah kuantitas bukan berarti sekolah Buddhis tertinggal dalam kualitas. Sekolah Buddhis Dharma Putra (TK-STMIK) yang berlokasi di Jl. Otista No. 80, Tangerang contohnya. Untuk mengantisipasi murid suka membolos, sekolah ini membuat terobosan dengan menggunakan absensi digital selular pertama di Indonesia. Begitu murid tiba di sekolah, murid meletakkan jari jempolnya ke mesin absensi, secara otomatis mesin mencatat kehadirannya dan langsung mengirimkan SMS ke orang tua yang bersangkutan. Orang tua langsung mendapatkan data kehadiran anaknya (jam berapa tiba di sekolah). Terobosan ini membuat sekolah Buddhis Dharma Putra tercatat sebagai rekoris Muri sebagai sekolah pertama yang menerapkan absensi digital selular. Selamat ya…
  3. BABY BLESSING DENGAN PESERTA TERBANYAK. Wanita Buddhis Indonesia (WBI) DKI Jakarta tercatat sebagai rekoris penyelenggara acara baby blessing dengan peserta terbanyak. Tercatat pemberkahan bayi ini diikuti sebanyak 356 balita ini (dari target 300 bayi). Para orang tua balita yang akan diberkahi dengan penuh semangat maju satu persatu untuk menerima pemberkahan dari anggota Sangha. Di piagam Muri tertulis: “Pemrakarsa dan Penyelenggara Pemberkahan Bayi/ Baby Blessing (pada waktu & tempat bersamaan) sejumlah 300 orang bayi.” Piagam ini diterima oleh Rosemary yang kemudian diserahkan kepada Metta Suri Citradi, ketua umum WBI. (Sumber: web WBI)
  4. CD INSTRUMENTALIA BUDDHIS PERTAMA. Ehipassiko Foundation tercatat sebagai rekoris yang mengeluarkan CD album Buddhis. CD Bodhi produksi Ehipassiko ini mendapat penghargaan dari Muri sebagai “CD instrumentalia Buddhis dengan gitar, pertama di di dunia.” Penyerahan piagam rekor diserahkan di Plaza Central (Sabtu, 9 Agustus 2008). Lihat juga Komik Bodhi. Gebrakan Ehipassiko Foundation, “Sekali launching, 2 rekor Muri dalam genggaman.”
  5. CD MUSIK MEDITASI PERTAMA. Kerja sama antara Bhikkhu Uttamo dengan musisi Addie MS yang melahirkan album musik meditasi dianugerahi penghargaan dari Museum Rekor dunia Indonesia (Muri). Bertempat di Plenary Hall, JHCC Senayan, Jakarta (Minggu, 7 January 2007), berbarengan dengan peringatan atas pengabdian Bhante Uttamo selama 20 vassa sekaligus peluncuran buku “Melangkah di Keheningan,” Dr. Jaya Suprana menyerahkan piagam rekor Muri untuk album CD musik meditasi pertama. Acara yang dihadiri sekitar 5.000 orang itu menghadirkan Bhante Uttamo Mahathera, Bhante Pannavaro Mahathera, Rhenald Kasali, Jaya Suprana, Dewi Letari, Marcell Siahaan, Addie MS, Memes, dan Kevin Aprilio (putra Addie & Memes).
  6. IBU RUMAH TANGGA SEKTOR PUBLIK PENULIS BUKU PEDOMAN PARENTING UNTUK PARA IBU RUMAH TANGGA SEKTOR PUBLIK. Melly Kiong tercatat sebagai rekoris Muri berkat bukunya yang best seller. Buku karya Melly Kiong antara lain: Siapa Bilang Ibu Bekerja Tidak Bisa Mendidik Anak Dengan Baik, Cara Kreatif Mendidik Anak ala Melly Kiong, dan Guru-guru Kecil Melly Kiong.
  7. KOMIK BUDDHIS BERWARNA PERTAMA. Komik Bodhi yang diterbitkan oleh Ehipassiko Foundation mendapat penghargaan dari Muri sebagai “Komik Buddhis full color pertama di di dunia.” Penyerahan piagam rekor diserahkan di Plaza Central (Sabtu, 9 Agustus 2008) berbarengan dengan rekor “CD instrumentalia Buddhis dengan gitar, pertama di dunia.
  8. MENDIRIKAN TELUR MENTAH TERBANYAK. Pada perayaan Pecun yang biasanya dirayakan pada tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek (Go Gwee Cee Go), Vihara Nimmala (Boen San Bio), yang merupakan salah satu vihara terbesar di Tangerang dan juga vihara non sekte, mengadakan acara mendirikan telur mentah terbanyak. Acara yang berlangsung Minggu, 8 Juni 2008 di Vihara Nimmala ini terbuka untuk umum (agama, suku,... apapun) dan gratis. Diharapkan jumlah telur yang akan dapat didirikan berjumlah 2008 butir guna diajukan sebagai rekor dunia, Guinness Book of Record. Setelah lomba usai, maka telur-telur tersebut akan di masak untuk dijadikan lauk pada nasi bungkus yang akan dibagikan untuk fakir miskin. Hasil akhir yang tercatat di Muri adalah 1150 butir telur yang berdiri dan merupakan rekor baru. Rekor sebelumnya adalah 108 butir telur. Ini merupkan piagam rekor Muri ke-11 yang diterima Vihara Nimmala, Tangerang. (sumber: fotografer.net)
  9. MENGUNJUNGI VIHARA & KELENTENG TERBANYAK. Dalam kurun waktu 3 tahun (2000-2003) Pak Ie Tjok An berhasil mengunjungi 200 vihara dan kelenteng di provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Adapun vihara dan kelenteng yang telah dikunjungi: Jakarta barat (28), Jakarta Timur (3), Jakarta Utara (8), Jakarta Selatan (2), Jakarta Pusat (8), provinsi Banten (20), di Jawa Barat: kabupaten Bogor (16), Cipanas (8), daerah pantura (22), di Jawa Tengah: daerah pantura (35), di Jawa Timur daerah pantura (18), Jawa Timur bagian tengah dan selatan (17), Jawa Tengah bagian tengah dan selatan (29). Dari press release Muri ini bila dihitung, jumlah vihara dan kelenteng yang telah dikunjungi sang rekoris adalah 214 buah.
  10. PAGODA TERTINGGI dI INDONESIA. Pagoda Avalokitesvara di Vihara Buddhagaya Watugong, Semarang, ditetapkan Museum Rekor dunia Indonesia (Muri) sebagai pagoda tertinggi di Indonesia. Pagoda yang memiliki tinggi 45 meter itu dibangun tujuh tingkat dengan hampir semua konstruksi bangunannya terbuat dari beton, banyak menggunakan latar warna merah dan beberapa arca di tiap tingkat pagodanya. Manajer Muri, Paulus Pangka, menyerahkan penghargaan Muri nomor 2208/ R.MURI/VIII/2006 kepada Paul Sun Kok dan Halim Wijaya pimpinan Yayasan Buddhagaya Watugong (14 Juli 2006), atas berdirinya pagoda tersebut. Diharapkan, keberadaan pagoda pertama di Indonesia itu, bisa menjadi wahana pemersatu sekte-sekte keagamaan Buddha di samping Candi Borobudur pada Juli 2006. Selain itu, Vihara Avalokitesvara ini juga berhasil memecahkan beberapa rekor Muri dengan pembuatan replika ikan koki terbesar berukuran panjang 36 meter, tinggi 20 meter, dan lebar 16 meter. Rekor tersebut merupakan kali kedelapan setelah sebelumnya memecahkan rekor Muri untuk pembuatan lampion terbanyak (2002), replika naga terbesar (2003), teratai suci memecahkan tiga rekor (2004), dan replika ayam emas (2005). (sumber: dari berbagai sumber di internet)
  11. PATUNG BUDDHA TERBESAR. Ukuran patung ini: panjang 22 meter, lebar 6 meter, tinggi 4,5 meter. Rekoris (pemegang rekor -red)-nya adalah Maha Vihara Mojopahit, Mojokerto. Sebuah bangunan berbentuk Sang Buddha tidur (sleeping Buddha) terdapat di lingkungan Vihara Mojopahit yang terletak di kecamatan Trowulan, kabupaten Mojokerto. Obsesi untuk membangun tempat semedi yang memadai tersebut atas ide Bhikkhu Viryanadi Thera sejak tahun 1988 dan baru terlaksana tahun 1995. Patung ini dikerjakan oleh Widodo & Heru. Penyerahan piagam rekor Muri dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 2001.
  12. PATUNG BUDDHA TERKECIL. A.H. Bolang warga desa Temanggung, Jawa Tengah, kelahiran tahun 1931 adalah rekoris seniman barang-barang superkecil. Karyanya antara lain stempel, gelas, dan keris terkecil. Patung Buddha terkecil juga lahir dari tangannya. Tahun 1999 patung berbahan batu pualam ini dianugerahi piagam rekor Muri bernomor 352. Ada pun ukurannya adalah 15 x 16 x 27 mm.
  13. PATUNG BUDDHA EMAS TERKECIL berbahan emas murni dengan ukuran 3x4x8 milimeter diletakkan di atas batu pada acara penyerahan piagam Museum Rekor dunia Indonesia (Muti), di Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jateng, Kamis (23/4). Patung Budha emas terkecil itu dibuat oleh Cipto, anggota Komunitas Seniman Borobudur Indonesia (KSBI).
  14. PATUNG BUDDHA DENGAN BAHAN KOREK API 100%. Ronal Hikari tercatat sebagai rekoris Muri dengan menerima piagam rekor Muri bernomor 393. Ronal adalah pembuat patung Buddha yang 100% bahannya terbuat dari korek api (bekas dan baru). Patung Buddha ini bisa dipasang dan dipisahkan kembali masing-masing organnya. Adapun ukuran patung Buddha tersebut tinggi = 14 cm, tebal = 5 cm dan lebar = 10 cm, dibuat di Bangkok, Thailand.
  15. PATUNG SLEEPING BUDDHA (DARI BAHAN FIBER) TERBESAR. Buddhist Education Centre (BEC), Surabaya tercatat sebagai rekoris Muri. Dalam rangka “Festival Seni dan Budaya Buddhis”, BEC Surabaya berhasil membuat Patung Sleeping Buddha (dari bahan fiber) terbesar. Ukuran patung sleeping Buddha ini adalah: panjang 23 meter, tinggi 7,2 meter dan lebar 4,5 meter. Penyerahan piagam Muri berlangsung di Surabaya pada 25 Juni 2008.
  16. PATUNG DEWA DARI BATU ONYX. Vihara Nimmala terletak di kota Tangerang berdiri sejak tahun 1669, dan dibangun pertama kali oleh Lim Tau Koen, seorang pedagang asal Tiongkok pada tahun 1689 dan berdiri di atas tanah seluas 4.650 meter persegi. Vihara Nimmala memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan vihara lainnya. Sebelumnya vihara ini tercatat sebagai rekoris, yakni vihara yang memiliki tempat dupa terbesar dengan berat 4.888 kg yang terbuat dari batu Onyx. Kali ini, Vihara Nimmala kembali menciptakan rekor unik yaitu Kiem Sin (Patung Dewa) sebanyak 17 buah, yang terbuat dari batu Onyx. Umumnya Kiem Sin terbuat dari kuningan, kayu atau fiber. Penyerahan piagam penghargaan: 23 Februari 2001.
  17. PEMBAGIAN RUPANG BUDDHA SAKYAMUNI TERBANYAK. Buddhis Dharma Center Kadam Choeling Bandung tercatat sebagai rekoris Pembuat Rupang Buddha Sakyamuni Terbanyak dan Pembagian Rupang Buddha Sakyamuni terbanyak, 25.000 buah Rupang Buddha, di Museum Rekor dunia Indonesia (Muri). Rupang Buddha Sakyamuni terbuat dari gips dengan ukuran tinggi rupang 13 cm dengan pembuatan 1 rupang membutuhkan 200 ml air dicampur dengan 200 gr gips. Pembuatan telah dimulai sejak 15 April 2007 di Bandung dan akan berakhir pada 09 Juni 2007. Rupang Buddha ini akan dibagikan pada setiap pengunjung-pengunjung pameran jejak peradaban Nusantara Abad ke-9 s/d 13 Masehi "Maha Kammawibhangga" Warisan tersembunyi di Kaki Borobudur dan Belantara Muara Jambi dan setiap pengunjung acara perayaan Waisak 2551/2007. Adapun acara penyerahan sertifikat Muri berlangsung di Bandung pada tanggal 10 Juni 2007.
  18. PENERBIT BUDDHIS PALING PRODUKTIF. Rabu, 05 Januari 2005 Yayasan Penerbit Karaniya mendapat penghargaan dari Muri (Museum Rekor dunia Indonesia). Yayasan Penerbit Karaniya dianugerahi piagam rekor karena tercatat sebagai rekoris penerbit Buddhis paling produktif di Indonesia. Sejak didirikan (1989) hingga tahun 2004 (selama 15 tahun) berkarya, Yayasan Penerbit Karaniya telah mencetak 100 judul buku Buddhis yang tersebar di vihara-vihara dan toko-toko buku di seluruh Indonesia. Piagam rekor diserahkan langsung oleh sang pendiri Muri, Dr. Jaya Suprana kepada Ketua Yayasan Penerbit Karaniya, Bapak Budi Hartono. “Dengan diterimanya sertifikat Muri pada HUT ke-15 Yayasan Penerbit Karaniya ini, kami akan terus meningkatkan penyebaran Dhamma melalui penerbitan Buddhis. Momentum ini akan merupakan suatu kebanggaan sekaligus tekad untuk kemajuan perkembangan Buddhis di Indonesia”, demikian kata Ketua Yayasan Penerbit Karaniya. Ini sebuah sumbangan besar bagi perkembangan agama Buddha di Indonesia. Maju terus buat Yayasan Penerbit Karaniya!
  19. PERAIH GELAR MULTIDISIPLIN TERBANYAK. Aggi Tjetje, salah seorang pengurus dalam sebuah organisasi Buddha tercatat di Muri. Beliau tercatat sebagai rekoris peraih gelar multidisiplin terbanyak: 8 gelar. Rekor sebelumnya tercatat atas nama Franz Astani (7 gelar yakni Ir, SH, SE, MSc, MM, MBA, dan MNot). Adapun 8 gelar yang diraih Pak Aggi Tjetje adalah Drs., S.Ked., SH, SS, SE, MA, MM, CAAE. Anda tertantang memecahkan rekor ini???
  20. PUJABAKTI/ PEMBERKAHAN YANG DIHADIRI OLEH ANGGOTA SANGHA TERBANYAK. Pada peresmian Replika Pagoda Shwedagon di Taman Alam Lumbini (TAL), Brastagi, Sumatera Utara dihadiri oleh lebih dari 1.250 anggota Sangha. Mereka yang hadir antara lain: Dr. Bhaddanta Kumarabhivamsa, Ketua Komite Sangha Maha Nayaka Birma. Dr. Ashin Nyanissara, pimpinan Akademik Sitagu International Buddhist Academy, Birma. Abhidharja Maha Ratthaguru, Abhidhaja Agga Maha Saddhammajotika, Sangharaja Birma. Somdet Phra Nyanasamvara, Sangharaja Thailand. Yang Mulia Agga Maha Pandita Prof. Dr. Satyapala, Sangharaja India. Yang Mulia Weweldeniye Medhalankara Mahanayake Maha Thera Sasanawardhana Piriven Maha Viharaya, Sri Lanka. Yang Mulia Agga Maha Pandita Davvuldena Gnanissara Maha Thera Sangharaja Amarapura Nikaya, Tibbatuwawe Sri Siddhartha Sumangala Thera, pemimpin Vihara Malwatta, Sri Lanka. Samdech Tep Vong, Sangharaja Kerajaan Kamboja. Yang Mulia Maha Phong Samaleuk, Presiden Lao Buddhist Fellowship Organization, Laos. Thura U Myint Maung, Menteri Agama Departemen Keagamaan Birma. U Nyan Lynn, Duta Besar Birma untuk Indonesia, Dr. Henepola Gunaratana, Presiden Bhavana Society, Amerika Serikat. Jaseung, Presiden Jogye Order dari Buddhisme Korea serta sambutan lainnya dari perwakilan ke-20 negara yang hadir. Para anggota sangha yang menghadiri upacara peresmian tersebut berjumlah lebih dari 1.250 orang, terdiri dari hampir 100 orang bhikkhu dari Indonesia, 650 bhikkhu dari Birma (Myanmar), dan 400 bhikkhu dari Thailand, serta juga dari negara-negara lainnya seperti Malaysia, Singapura, Kamboja, Vietnam, Laos, Sri Lanka, India, Bangladesh, Tibet, China, Korea, Jepang, Taiwan, Jamaika, Amerika Serikat, Inggris, dan Australia. Sumber: Buddhistzone
  21. RANGKAIAN PETASAN TERPANJANG. Dalam rangka menyambut Cap Go Meh Vihara Avalokitesvara Sri Kukus Rejo Gunungkalong, Ungaran memeriahkan acara tersebut dengan membuat petasan terpanjang dengan panjang 6357 meter. Kegiatan ini diadakan setelah mendapat izin dari Kepolisian Negara RI Daerah Jateng, Resort Semarang. Acara penyerahan piagam rekor bernomor 1094 ini berlangsung pada tanggal 5 Februari 2004 oleh manajer Muri, Paulus Pangka, SH.
  22. REPLIKA IKAN MAS TERBESAR. Vihara Avalokitesvara Sri Kukusrejo Gunungkalong, Ungaran berhasil membuat replika ikan mas koki terbesar dengan ukuran panjang 40 meter, lebar 14 meter dan tinggi 20 meter. Adapun bahan yang digunakan adalah kerangka dari bambu 800 batang, dibuat selama 65 hari, terbuat dari kain satin (bagian dalam), untuk sisik-sisiknya dari kain + busa, dikerjakan oleh 20 orang. Acara penyerahan piagam rekor Muri berlangsung di Vihara Avalokitesvara Sri Kukusrejo Gunungkalong, Ungaran pada tanggal 15 Juli 2006.
  23. REPLIKA LOKOMOTIF TERKECIL. Namanya Bong Wei Ming, tapi ia lebih dikenal sebagai Amin Hong Sui. Dulu beliau menekuni usaha service peralatan elektronik, kini beliau lebih dikenal sebagai ahli Feng Shui. Ia menjadi pengisi acara tetap Feng Shui di radio Rama (Bandung). Nama rekoris pembuat replika kereta api/ lokomotif terkecil ini tercatat di Muri setelah karyanya berupa replika lokomotif (panjang 1,6 cm, lebar 3 mm, tinggi 9 mm) tercatat sebagai yang terkecil.
  24. REPLIKA PAGODA SHWEDAGON TERTINGGI. Replika Replika Pagoda Shwedagon ini merupakan yang tertinggi di Indonesia (dan merupakan replika pagoda tertinggi kedua di antara replika sejenis yang berada di luar negara Birma). Replika Pagoda Shwedagon ini terdapat di Taman Alam Lumbini (TAL), Brastagi, Sumatera Utara. Di dalam pagoda ini terdapat 108 relik suci, 2.598 rupang Buddha, 30 rupang Arahat, dan obyek-obyek suci lainnya. Sumber: Buddhistzone
  25. REKORIS MURI TERBANYAK??? Hendry Filcozwei Jan (pemilik blog ini he...3x) pernah menerima 7 piagam rekor Muri. Pertama tahun 1998 dan terakhir tahun 2007. Penulis tetap rubrik "Introspeksi" (majalah BVD, Bandung) ini 6 kali memecahkan rekor, 1 kali memperbaiki rekor sendiri. Salah satunya adalah ia bersama Linda (istrinya) tercatat sebagai rekoris pembuat undangan pernikahan berbentuk unik (kubus) dengan 6 bahasa berbeda di ke-6 sisinya (bahasa Indonesia, Tionghoa, Inggris, Perancis, Jerman, dan Pali). Untuk lihat detailnya, silakan klik: Rekor Undangan Pernikahan 6 Bahasa Mungkinkah ia Buddhis (pribadi) dengan piagam rekor Muri terbanyak?
  26. SEJUTA PELITA SEJUTA HARAPAN. Dalam rangka menyambut 60 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, menyambut 50 tahun MBI (Majelis Buddhayana Indonesia), perayaan Asadha 2549 BE, perayaan hari suci Bodhisattva Welas Asih Agung – Kuan Yin Phu Sa, bertempat di pelataran Candi Borobudur diadakan doa lintas agama demi keselamatan bangsa dan negara, serta mendedikasikan benih kebajikan untuk perdamaian dunia dengan tajuk "Sejuta Pelita Sejuta Harapan." Acara ini berlangsung Sabtu, 23 Juli 2005 dan dihadiri pula perwakilan dari berbagai agama yang ada di Indonesia. Acara spektakuler ini mencatatkan 2 rekor di Muri.



Anda mengetahui info rekor Muri dari kalangan Buddhis? Silakan kirimkan info tersebut ke: hfj1105@yahoo.com Nama pengirim info akan ditampilkan di sini. Anumodana...

0 comments: