Namo Buddhaya...

"Selamat Datang di Blog Vihara (Pusat Info Buddhis). Selamat Tahun Baru Imlek bagi semua orang Tionghoa (Senin, 08 Februari 2016). Gong Xi Fa Chay. Selamat menjelajahi isi blog ini, semoga blog ini bermanfaat..."


Selamat datang di blog "Pusat Info Buddhis" Hendry Filcozwei Jan.

Penulis terus berusaha melakukan perbaikan-perbaikan demi kenyamanan pengunjung blog. Salah satunya adalah hanya menampilkan judul posting saat Anda klik tulisan di bawah tulisan "Labels." Ini dilakukan agar proses loading tidak lama. Semoga dari hari ke hari, blog ini tampil lebih baik lagi.

Penulis mohon maaf karena perbaikan-perbaikan ini, banyak links lama di blog Vihara ini sudah tidak berfungsi. Jadi kalau Anda pernah copy paste file dari sini, mungkin Anda harus mengganti links-nya.
Agar tak menyita waktu Anda, berikut penjelasan tentang blog Vihara (Pusat Info Buddhis).


Keterangan tentang Blog Vihara (Pusat Info Buddhis):
  1. Tulisan berwarna (selain warna hitam) umumnya merupakan links yang bisa di-klik.
  2. Setiap akan klik links, pastikan jari tangan kiri Anda menekan tombol Control (Ctrl), lalu pada saat bersamaan (tombol Ctrl tetap ditekan) tangan kanan meng-klik links yang akan Anda buka. Ini dimaksudkan untuk membuka jendela baru dan jendela asal tidak tertutup atau tergantikan dengan links yang baru Anda buka.
  3. Isi blog terbagi dalam beberapa kategori/ Labels (silakan lihat di sisi kiri blog). Klik nama kategori yang ingin Anda kunjungi. Agar lebih paham, silakan klik: Apa Isi Tiap Labels?
  4. Klik Labels (kategori tulisan) yang ingin Anda baca, maka akan muncul tulisan yang ada di dalam Labels posting tersebut.
  5. Angka di belakang tiap nama Labels menunjukkan banyaknya posting dalam Labels tersebut.
  6. Semua data disusun menurut abjad (alfabetis) untuk memudahkan pencarian.
  7. Untuk memperbesar foto, klik pada foto tersebut.
  8. Anda tidak hanya sebagai pembaca blog, Anda dapat berperan aktif mengirimkan data (data yang belum ada, ralat data yang keliru, info terbaru,...) ke penulis via email: hfj2000@gmail.com.
  9. Blog ini merupakan blog pribadi, dimuat atau tidaknya data yang Anda kirim, sepenuhnya merupakan hak penulis.
  10. Data di blog ini penulis kumpulkan dari berbagai sumber (catat sendiri dari buku/ kaset/ CD yang penulis miliki, atau penulis temukan di berbagai tempat, browsing internet dengan bantuan Google), dan tentu saja partisipasi Anda sebagai pengunjung setia blog ini.
  11. Anda ingin tukaran links? Silakan klik: Tukaran Links untuk mengetahui apa manfaat dan bagaimana caranya.
  12. Blog ini berisi info Buddhis, kecuali links BLOG REKOR (ini adalah blog penulis yang berisi info-info umum seperti rekor Muri, sulap, blog ke-2 anak penulis (Dhika & Revata),... kisah inspiratif (yang sangat sayang bila Anda lewatkan!) serta blog DUNIA HERBALKU (ini blog penulis yang menyajikan aneka info tentang herbal untuk menyembuhkan aneka jenis penyakit).
  13. Info apa saja yang tersaji di blog Vihara ini, silakan klik saja: Penjelasan Lengkap Blog Vihara.

NB:

Sementara ini saya memberi kebebasan kepada Anda untuk menuliskan komentar (bebas yang bertanggung jawab ya?). Berikanlah komentar yang sesuai dengan posting yang ada. Harap tidak mengiklankan produk atau jasa Anda di sini karena ini bukan media iklan. Terima kasih atas perhatian Anda.



Blog ini tampil lebih sempurna bila dibuka dengan browser Mozilla Firefox.



Kami Ganti Alamat Email

Sebelumnya email kami: zwei@bdg.centrin.net.id

Sekarang email kami: hfj2000@gmail.com

Jadi semua email tolong dikirim ke alamat yang baru. Terima kasih atas perhatian Anda.



 


Blog ini (www.vihara.blogspot.com) dapat juga diakses melalui alamat singkat:


www.tiny.cc/vihara


 


Ini adalah blog pribadi. Keputusan untuk memuat atau tidak data yang dikirim, sepenuhnya menjadi wewenang kami. Harap maklum. Terima kasih atas perhatian Anda.


* * * * *











Photobucket
Mettacittena,

Hendry Filcozwei Jan
(www.vihara.blogspot.com)
Pusat Info Buddhis


Kata Mutiara Buddhis : "Di dalam hidup ini, sikap orang kepada kita, sikap yang baik maupun yang buruk, ucapan yang ramah atau kasar, semua adalah akibat dari karma lampau kita. Kita tidak bisa memilih atau menghindarinya. Kita hanya bisa membuat semua itu menjadi pelajaran tentang kehidupan, dan kesempatan untuk melatih diri. Kiriman: Budi Priatna, Karawang


Hendry F.Jan & keluarga di tempat wisata Paku Haji.
Atas ke bawah: Hendry, Linda, Dhika & Ray


Hendry F.Jan & keluarga di Bali (Feb 2016)
Belakang: Dhika, Linda, Hendry, depan: Revata (Ray)


Take Me Out Buddhist yang ke-5

Dari FaceBook Surya Lie, penulis mendapat info ada acara yang mempertemukan Buddhis yang masih single. Sekedar untuk mendapatkan sahabat se-Dhamma yang lebih banyak, dan syukur-syukur cocok dan berlanjut ke jenjang pernikahan. Ternyata acara yang bertajuk "Take Me Out Buddhist" ini sudah yang ke-5.

Nah... buat rekan-rekan Buddhis yang masih menjomblo dan ingin teman Buddhis atau cari pasangan yang Buddhis, silakan simak info berikut. Buat yang berminat, silakan kontak ke panitia (penulis hanya membagikan info Buddhis yang bermanfaat, dan bukan panitia).


Kamu SINGLE BUDDHIST?

Valentine dalam Buddhism adalah hari Metta.
Tapi apa salahnya tanggal 11 Februari 2017 ini kita para Single & Buddhist berkumpul dalam "Take Me Out Buddist ke-5".

Let's celebrate our Valentine Day on:
Saturday, 11 February 2017
Time: 17.00 - 21.00 WIB
At: Tea Garden, Pluit Kencana No. 124, Jakarta Utara

Dinner fee : IDR 150,000, transfer ke rekening BCA No. 4830151252 a/n. Fifi

Dress code:
- Female: Pink/Red
- Male: Blue/Purple


Syarat:
  1. SINGLE (must AVAILABLE) & BUDDHIST
  2. Umur: 25 - 40 tahun
  3. Ikut partisipasi dalam Dinner Fee @ Tea Garden
  4. Bersedia memberikan data & dipertemukan dalam grup kecil sesuai dengan data-data yang kamu berikan
  5. Bersedia mengikuti games seru
  6. Bersedia menerima hadiah bunga atau coklat
  7. Bersedia dihubungi oleh orang yang kamu anggap cocok dengan kamu
Yuk daftar segera melalui Whatsapp! SEAT TERBATAS.

Format:
1. Nama lengkap
2. Tanggal lahir: DDMYY
3. Foto
4. Sertakan bukti transfer



Untuk skedul acara & info lanjutan, WA ke:
 

- 0818 688 499 (Jackson)
- 0815 1882 633 (Mei-Mei)
- 0821 1144 9934 (Beby)
- 0838 9335 0793 (Fifi)
- 0812 1079 8877 (Anton)


Semoga kita mendapatkan jodoh dengan keyakinan (SADHA) yang sama ya di sana. Sadhu... Sadhu... Sadhu..

Bantu BC ya...

Selamat Hari Metta, Yuk... Nonton Video Ini

Setiap tanggal 1 Januari, kita memperingati hari Metta (hari cinta kasih). Biasanya hari Metta (cinta kasih universal) ini disertai kegiatan pelepasan makhluk hidup ke habitatnya (fang sen). Kali ini penulis menyajikan beberapa video yang berkaitan dengan cinta kasih universal ini. 

Meski blog ini blog Buddhis, tapi pada kesempatan ini, penulis menyajikan video ini untuk disaksikan bukan dari sisi agama. Saat menyaksikan video ini, lepaskan segala atribut Anda (suku/ ras, agama, pandangan politik, jenis kelamin, atau yang lainnya). Saat Anda menyaksikan video-video ini, Anda hanya manusia. Ya... saksikan video ini dari sudut pandang kita sebagai manusia. Hanya itu saja...

Sama saja seperti kita menyaksikan video dan membaca berita ini (silakan klik): "Masih Pantaskah Disebut Manusia yang Berhati Nurani???"  Posisikan kita hanya sebagai manusia, bukan sebagai manusia dengan agama tertentu, atau manusia dari ras tertentu, atau lainnya.

Yang ingin berkomentar, silakan berkomentar (mohon tidak menyinggung soal SARA, tidak spam, atau pasang iklan) karena komentar yang tidak sesuai ketentuan, pasti akan kami hapus. 

Video-video di bawah ini mengandung adegan kekerasan yang mungkin akan membuat Anda merasa sangat tidak nyaman. Jika Anda termasuk orang yang tidak kuat menyaksikan adegan kekerasan (berdarah-darah), SEBAIKNYA Anda tidak menyaksikan video-video di bawah ini.












Setelah menyaksikan video pidato Gary Yourofsky (sekitar 5 tahun lalu, 2012), penulis berusaha untuk vegetarian (sebisa mungkin menghindari untuk mengkonsumsi makanan yang merupakan hasil pembunuhan, meski Buddha tidak melarang pengikutnya mengkonsumsi daging atau mengharuskan jadi vegetarian). 

Penulis tetap mengkonsumsi telur dan susu. Semula penulis mengira tidak ada kekejaman untuk menghasilkan telur dan susu. Semula penulis mengira ada teknologi yang memungkinkan sapi betina terus menghasilkan susu (seperti halnya ayam broiler yang setiap hari bertelur meski tanpa ayam pejantan). Ternyata sapi betina dipaksa untuk terus melahirkan (agar selalu berada dalam keadaan menyusui/ menghasilkan susu), anaknya diambil paksa dari induknya tanpa sempat menikmati susu dan kasih sayang induknya, sang induk menderita dan sang anak pun berakhir dengan tragis.

Telur dihasilkan tanpa kekejaman? Ternyata justru sebelum menghasilkan telur, kekejaman sudah lebih dulu terjadi. Sebelum menjadi ayam yang menghasilkan telur, anak ayam yang baru menetas sudah diseleksi (yang betina dan kelak menghasilkan telur diambil, yang jantan langsung dimasukkan ke mesin giling saat mereka masih hidup).

Hal ini penulis ketahui saat penulis menemukan 5 video berikutnya (5 video di bawah video pidato Gary Yourofsky), maka penulis berkomitmen akan berusaha sebisa mungkin untuk tidak mengkonsumsi susu dan telur. Biasanya saat belanja mingguan ke pasar swalayan, salah satu produk yang dibeli adalah susu (produk hewani). Sekarang penulis lebih memilih susu kedelai (soya).

Posting ini tidak bermaksud mempengaruhi pilihan Anda untuk konsumsi produk hewani atau tidak (semua pilihan ada di tangan Anda, tak ada yang boleh memaksa Anda). Hanya berbagi pengalaman penulis saat (dan setelah) menyaksikan video YouTube tersebut. 

Posting ini bisa diakses dari tautan singkat: www.tiny.cc/metta

Syair Lagu Imlek Berbahasa Indonesia

Menjelang Imlek tahun 2011 lalu penulis mendengar Revata (Ray), anak kedua penulis menyanyikan lagu Imlek berbahasa Mandarin "Gong Xi, Gong Xi" yang diajarkan Laoshi-nya di sekolah. Lagu ini sudah familiar di telinga. Cuma terus terang penulis tidak begitu tahu arti syair lagu tersebut. 

Iseng-iseng penulis membuatkan syair/ lirik lagu tersebut dalam bahasa Indonesia dan penulis ajarkan kepada anak penulis. Sekarang penulis bagikan kepada rekan-rekan pengunjung blog www.vihara.blogspot.com ini. 

Sekali lagi, ini bukan terjemahan karena memang penulis tidak begitu mengerti bahasa Mandarin. Yang terpenting jumlah suku kata-nya sama (sama ketukannya) dengan lagu tersebut sehingga jika dinyanyikan pas... 

Penulis hanya mencoba membuatkan syair bahasa Indonesianya lho dan tidak meng-klaim ini lagu ciptaan penulis. Sama seperti halnya lagu-lagu lain (terutama lagu-lagu anak yang populer), sering dijadikan lagu untuk aktivitas Sekolah Minggu atau kegiatan bermain lainnya. Semoga bermanfaat...


Berikut syair lagu tersebut:

Gong Xi, Gong Xi

(lirik bahasa Indonesia: Hendry Filcozwei Jan)


Semua bergembira
Imlek telah tiba
Mari sama-sama
Ucap Gong Xi Gong Xi
Gong Xi, Gong Xi, Untukmu (ya)
Gong Xi, Gong Xi, Untukmu

Anda ingin mengajarkan untuk putra-putri Anda atau untuk anak-anak sekolah Minggu di vihara Anda? Silakan saja...

Tidak tahu bagaimana melodi lagu ini? Atau mau tahu syair plus tulisan Mandarinnya? Silakan lihat 4 video di bawah ini: 

Untuk unduh (download) mp3 lagu Imlek di bawah ini, silakan klik tulisan berwarna (biru, merah, hijau, ungu) di atas video masing-masing.





Lagu Imlek Gong Xi Gong Xi (Four Golden Princess)
www.tiny.cc/laguimlek1








Lagu Imlek Gong Xi Gong Xi (Jimmy Lin)
 www.tiny.cc/laguimlek2




Lagu Imlek Gong Xi Gong Xi (Group)
 www.tiny.cc/laguimlek03
(Link ini sempat error dan sudah diperbaiki, moga tidak error lagi)




Lagu Imlek Gong Xi (Instrumentalia dengan alat musik tradisional China)  
www.tiny.cc/laguimlek4
  



Selamat menikmati lagu Imlek Gong Xi, Gong Xi

Majalah BVD Edisi Desember 2016

Ebook (file .pdf) majalah BVD edisi Desember 2016 terbitan PVVD (Pemuda Vihara Vimala Dharma), Bandung  sudah tersedia. Bagi yang berminat membacanya, silakan unduh pada tautan di bawah ini:  



atau alamat singkatnya

Video Inspiratif 43 (www.tiny.cc/vi43)

Anda datang dari alamat yang tertera di CD berjudul: www.tiny.cc/vi43? Selamat datang...

Di sini kami menyajikan banyak tautan ke video inspiratif. Video kami bagi dalam 4 kategori yakni:

A. Kisah Ayah
B. Kisah Ibu
C. Mari Berbuat Kebajikan
D. Seberapa Pedulinya Kita?


Tiap kategori ada 3 video sehingga kami menyebutnya video inspiratif 43 sehingga tulisan ini bisa Anda kunjungi di 



Berikut tautannya (Anda tinggal klik saja). Judul video mungkin tidak sama dengan judul asli di sumber video. Kami memang mengganti judul agar lebih pas untuk menggambarkan isi video tersebut.


A. Kisah Ayah
A.01. Sepucuk Surat dari Ayah
A.02. Kasih Sayang Seorang Ayah
A.03. Kisah Seorang Ayah yang Bisu dan Tuli


B. Kisah Ibu
B.01. Pekerjaan Terberat di Dunia
B.02. Luangkan Waktumu Sejenak (Selagi Masih Ada Kesempatan)
B.03. Ingatlah, Kita pun Kelak Akan Seperti Mereka


C. Mari Berbuat Kebajikan
C.01. Apa yang Kau Tanam, Itulah yang Kelak Kau Petik
C.02. Jangan Ragu untuk Terus Berbuat Kebajikan
C.03. Syukurlah... Masih Banyak Orang Baik di Dunia Ini


D. Seberapa Pedulinya Kita?
D.01. Nenek Sakit yang Tak Mampu Menebus Obat
D.02. Veteran yang Tak Mampu Membayar Belanjaannya
D.03. Gadis ABG yang Jadi Incaran Pria Hidung Belang


BONUS:
Indonesia Pusaka
Kami Indonesia (Pancasila - Bhinneka Tunggal Ika)
Mengingat Kembali Makna Sumpah Pemuda
Hadiah Terindah yang Diinginkan Anak
Kisah Bakti dan Cinta Seorang Anak 3 SD Kepada Orangtuanya



CD  Video Inspiratif ini ada 2 versi. Yang di atas adalah versi 1, dan yang di bawah ini adalah versi 2:

Kategori A sampai C sama. Kategori D isinya seperti ini:


D. Seberapa Pedulinya Kita?
D.01. Nenek Sakit yang Tak Mampu Menebus Obat
D.02. Pengasuh Anak yang Rasis dan Kasar Kepada Anak Majikan
D.03. Anak yang Kalah Tidak Dapat Es Krim

Tidak ada BONUS video inspiratif



Rantai Kebajikan Berbagi CD video inspiratif

Anda mendapatkan CD video inspiratif 43 dan ingin menjadi bagian dari rantai kebajikan dengan cara membuat copy-nya dan membagikannya secara GRATIS?

Kirimkan info: nama, kota tempat Anda tinggal, dan berapa banyak copy yang Anda buat? Kami muat daftar nama Anda di sini. Jadilah bagian dari rantai kebajikan agar kebaikan terus berlanjut.

  1.  
  2.  
  3.  


Masih ingin melihat video kisah inspiratif lain? Ini 2 kisah favorit saya. 

Jika Anda anak kandung namun tidak berbakti pada kedua orangtuamu, bandingkan dengan kisah anak pungut di video nomor 1.

Anda merasa kehidupan Anda sangat menderita? Coba saksikan kisah inspiratif nomor 2.

  1. Kisah Inspiratif; Ayah yang Penuh Kasih & Anak yang Penuh Bakti
  2. Kisah Bakti dan Cinta Seorang Anak Kelas 3 SD Kepada Orangtuanya



Tautan Download Ebook Paritta

Anda butuh Paritta, silakan unduh (download) di tautan berikut. Kami sajikan beberapa tautan (silakan Anda pilih). Selain itu, beberapa tautan ini sebagai antisipasi jika ada tautan yang error/ tidak berfungsi lagi, Anda masih dapat mengunduh dari tautan yang lain. Semoga info ini bermanfaat bagi Anda yang membutuhkannya... Anda tinggal klik untuk mengunduhnya.

  1. Paritta Suci (Ricky Gunawan Cen)
  2. Paritta Suci (Samaggi Phala)
  3. Paritta Suci (Samaggi Phala)
  4.  
  5.  

Semoga info ini bermanfaat bagi Anda yang membutuhkannya...


In Memoriam Ibu Parwati Soepangat

Dr. Parwati Soepangat, MA

Ditulis oleh Tatang Gowarman 

Selama kurang lebih 4 tahun saya menjadi asisten beliau di ITB, saat beliau mengajar Agama Buddha dan Etika Buddha. Dan beliau selalu memberikan waktu yang cukup untuk tanya jawab dengan para mahasiswa (saat itu mahasiswa dibebaskan untuk memilih kurikulum agama yang ingin dipelajari, tidak seperti sekarang harus sesuai KTP); sehingga mengikuti kuliah beliau menjadi menarik. 

Berikut ini beberapa catatan apa yang beliau bicarakan di kuliah dan masih membekas bagi saya. Mudah mudahan bermanfaat bagi teman semua. 

KEBEBASAN BERPIKIR DALAM AGAMA BUDDHA
Berbeda dengan sistem kepercayaan/agama yang lain; Buddha mengajarkan untuk tidak menerima begitu saja apa yang beliau ajarkan. Buddha bahkan menganjurkan kepada pengikutnya untuk bertanya, termasuk mempertanyakan apa yang diajarkan. Buddha memberikan kebebasan kepada pengikutnya untuk menerima atau menolak apa yang diajarkan, kepada semua pengikutnya dipersilakan untuk menguji sendiri kebenaran ucapan Beliau, dan jika dianggap cocok dan sejalan dengan pikirannya, dipersilakan untuk mengikuti ajarannya, jika tidak cocok, tidak ada masalah bagi Beliau. 

Salah satu mahasiswa ada yang bertanya: “Jika demikian, umat Buddha tidak memiliki keyakinan terhadap apa yang diajarkan oleh Buddha? Bu Parwati menjawab: ”Siapa yang bilang begitu. Ada keyakinan terhadap Ajaran Sang Buddha, tetapi keyakinan itu yang disebut ‘Saddha’, timbul di dalam diri pengikut-Nya setelah memikirkan, merenungkan, dan mencoba melaksanakannya. Bukan dari sekedar mendengar khotbah pemimpin agama yang hebat atau tertulis di Tipitaka; lalu harus percaya begitu saja; itu sama saja percaya dengan membutatuli” 

“Menurut Anda mana yang lebih baik, keyakinan karena percaya begitu saja atas petuah seseorang, atau keyakinan yang timbul setelah dipikirkan, direnungkan dan diuji sendiri? Silakan kalian pikirkan dan renungkan sendiri” 

PERNIKAHAN BEDA AGAMA
Sekitar tahun 1977, sedang banyak diperbincangkan mengenai UU Pernikahan yang mensyaratkan agar pernikahan harus dilakukan oleh pasangan yang sama agamanya. Jika tidak sama, salah satu dari pasangan tersebut harus melepas keyakinannya, UU Pernikahan ini akhirnya disahkan pada tahun 1978. Pertanyaan yang paling banyak mendapat perhatian adalah yang berkaitan dengan pernikahan antara pasangan yang berbeda keyakinan menurut pandangan agama Buddha. 

Dan seperti ciri khas Ibu Parwati yang selalu energik, beliau menjawab dengan berapi-api: “Apa tujuan setiap agama? Bukankah semua agama mengajarkan agar setiap manusia saling menghormati dan saling mengasihi sesama? Nah, ada sepasang manusia yang ingin mewujudkan kasih sayang dalam bentuk pernikahan, mengapa dilarang? Yang melarang siapa? Pemimpin agama? Itu pemimpin agama yang eqois, yang khawatir umatnya berkurang. Sebagai pengikut Buddha saya berpendapat silakan saja menikah walaupun beda agama, keyakinan masing masing adalah tanggung jawab masing-masing.” 

Pertanyaan ini diikuti dengan pertanyaan berikutnya: ”Bagaimana mendidik putra-putrinya kelak, jika ayah dan ibu beda agama, 'kan anak bisa menjadi bingung?”

Jawaban Ibu Parwati sebagai berikut: “Ajarkan kemanusiaan, kasih kepada sesama makhluk, ajarkan kebaikan tanpa membeda-bedakan, ajak ke tempat ibadah orangtua secara bergiliran, dan biarkan anak itu memilih sendiri apa yang akan diyakininya setelah berusia 18 tahun. Bukankah ini kesempatan terbaik untuk mengajarkan dan memberi contoh kepada anak, karakter saling menghargai keyakinan masing-masing, seperti yang dilakukan ayah dan ibunya? Toh jika anak itu sudah dewasa, dia akan bertemu dengan orang dengan latar belakang berbagai keyakinan; jika dia sudah terbiasa dengan perbedaan keyakinan, akan lebih mudah dia menerima perbedaan.” 

KETIDAKADILAN DI DUNIA DAN TUMIMBAL LAHIR
“Bu, bagaimana menurut agama Buddha mengenai ketidakadilan yang ada di dunia ini? Kita lihat misalnya anak-anak yang lahir di Ethiopia, dalam kondisi cacat dan orangtuanya miskin, tidak ada fasilitas kesehatan maupun air bersih; sebaliknya ada yg seperti Pangeran Charles, putra raja, kaya bahkan istrinya pun sangat cantik.”

“Ya memang tidak adil, kalau kalian melihat kehidupan hanya sekali, tetapi dalam agama Buddha ada pengertian tumimbal lahir, atau dilahirkan kembali sesuai karmanya masing- masing. Jika dilihat dengan perspektif itu, maka yang sedang menderita dia sedang menjalani karma buruk akibat perbuatannya sendiri di waktu sebelumnya dan juga sebaliknya seorang yang hidupnya penuh kemudahan, dia sedang menikmati hasil perbuatan karma baiknya.” 

“Kalau begitu, kita biarkan saja toh mereka yang sedang menderita akibat karma buruknya? “
Ngawur itu, justru kita perlu menolong mereka semampu kita, agar penderitaannya berkurang, dan pada saat yang sama kita sedang membentuk karma baik kita sendiri”. 

BUDDHA MENGAJARKAN KITA UNTUK BERTANGGUNG JAWAB
“Bu, jika umat Buddha berdoa, dia memohon kepada siapa?”
“Umat Buddha berdoa, pertama, untuk menghormati Buddha sebagai Guru Agung yang memberikan ajaran; menghormati Dharma yang menjadi pegangan bagi para pengikut-Nya dalam menjalani kehidupan; menghormati Sangha, yaitu para bhikkhu yang telah mencapai kesucian. Selain itu, membacakan Paritta yang berupa wejangan dari Buddha, yang isinya panutan untuk hidup dengan baik” 

“Jadi, umat Buddha tidak diajarkan untuk meminta-minta, memohon mohon agar keinginannya dikabulkan oleh sesosok Adi Kodrati, Buddha mengajarkan kita untuk bertanggung jawab atas perbuatan kita sendiri, dan Beliau memberikan petunjuk bagaimana hidup yang baik, dan bagaimana mencapai kesucian.” 

Lha, kalau kalian meminta minta lalu tidak mendapatkan apa yang diminta, kalian lalu menyalahkan Tuhan? Atau menyalahkan diri sendiri kurang banyak doanya gitu? Coba teliti dulu, yang kalian minta itu apa? Sudah berupaya apa untuk mendapatkan apa yang diminta? Baru upaya sedikit sudah ingin dapat hasil? Kuliah nggak pernah hadir, tugas nggak pernah bikin, lalu berdoa siang malam meminta agar ujian bisa lulus?” 

“Manusia hidup itu jangan sedikit-sedikit minta, ada problem sedikit sudah mohon problemnya dhilangkan, itu namanya mental kere (pengemis).”

Dikutip dari FB Ki Ananda

Catatan Hendry Filcozwei Jan:
Saya kenal beliau dan pernah main ke rumah beliau di Jalan Banda, Bandung (waktu itu saya masih bujangan). Masuk ke rumah beliau bagai terdampar ke dalam sebuah perpustakaan. Buku di mana-mana. Melihat begitu banyak karya tulis beliau yang "tercecer", saya lalu minta izin beliau untuk mengumpulkan beberapa tulisan beliau menjadi sebuah buku (kalau tidak salah ingat, judulnya "Setetes Dhamma 3", terbit Mei 2000). Buku ini dibagikan saat beliau menjadi pembicara dalam sebuah seminar.

Ngobrol dengan beliau, saya sangat terkesan dengan kesederhanaan beliau. Pergi mengajar naik angkot, beliau Kartini masa kini, selalu berkebaya, sederhana, bersahaja, dan yang pasti beliau orang yang sangat baik. Beliau vegetarian sejak lahir.

Setelah saya menikah dan punya anak, saya masih sempat beberapa kali bertemu beliau saat perayaan Waisak di Vihara Vimala Dharma, Bandung. 

Salah satu ucapan beliau yang masih penulis ingat saat bicara tentang mahasiswa dan dosen. Beliau sangat terbuka dan menerima siapa saja mahasiswanya yang ingin bertemu dan berkonsultasi. Tidak ada kesan "angker" seorang dosen senior. Kata beliau, "Jika bisa dipermudah, mengapa harus dipersulit?" 

Selamat jalan Bu Parwati...

Sabbe Sankhara Anicca

Dr. Parwati Soepangat, M.A.

Telah meninggalkan kita semua Ibu Parwati Soepangat (Ketua PP WBI I, beliau merupakan tokoh pendiri Wanita Buddhis Indonesia - WBI) pada hari Minggu, 24 Juli 2016, pukul 17.50 WIB.

Jenazah disemayamkan di rumah almarhumah di Niaga Hijau II No. 32, Pondok Indah.

Kremasi pada Selasa, 26 Juli 2016, pukul 14.00 WIB di Krematorium Oasis, Jatake, Cikupa, Banten.
 
Keluar dari rumah duka pukul 11.00 WIB.

Keluarga Besar
Wanita Buddhis Indonesia.

Info dan foto dari FB Fadly Lie 



Semoga dengan pengabdian dan kebajikan yang telah almarhumah lakukan semasa hidupnya akan menghantar beliau terlahir di alam bahagia hingga mencapai Nibbana. Sadhu...sadhu...sadhu...

Kejagung Tahan Dirjen Bimas Agama Buddha Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Buku


JAKARTA, KOMPAS.com - Kejaksaan Agung menahan Direktur Jenderal Pembinaan Masyarakat Agama Buddha Kementerian Agama.

Penahanan terkait dugaan korupsi pengadaan buku pendidikan agama Buddha dan buku penunjang lainnya untuk tingkat pendidikan anak usia dini, dasar, dan menengah tahun anggaran 2012.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung Arminsyah mengatakan, Dasikin langsung ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka pada hari yang sama.

"Yang bersangkutan pagi hari tadi diperiksa sebagai saksi dan sore ini ditetapkan sebagai tersangka," ujar Arminsyah melalui keterangan tertulis, Senin (27/6/2016) malam.

Dasikin ditahan di rumah tahanan Salemba cabang Kejaksaan Agung untuk 20 hari pertama. Arminsyah mengatakan, dalam kasus ini, Dasikin ikut mengatur proyek pengadaan buku pendidikan agama Buddha.
Bahkan, anggaran dicairkan sebelum proyek ditandatangani Pejabat Pembuat Komitmen. "Sudah diperiksa ternyata cukup dan sangat kuat keterlibatannya," kata Arminsyah.

Arminsyah mengatakan, pidana yang menjerat Dasikin terjadi saat masih menjabat sebagai Sekretaris Dirjen Bimas Agama Buddha Kemenag tahun 2012. Saat itu, anggaran pengadaan buku pendidikan keagamaan itu sekitar Rp 10 miliar.

Namun, Dasikin bersama pejabat Kemenag lainnya bersama-sama melakukan penggelembungan dana dan menyalahgunakan wewenang sehingga timbul kerugian negara sebesar Rp 4.720.618.182.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menjerat lima pelaku lainnya yakni Welton Nadaek selaku Pelaksana Penyedia Barang Putus yang telah divonis 4,5 tahun penjara; Joko Wariyanto selaku mantan Dirjen Bimas Agama Buddha telah divonis 6 tahun penjara; Heru Budi Santoso yang saat itu selaku Dirjen Bimas Agama Buddha divonis 5 tahun penjara; Edi Sriyanto selaku Direktur CV Karunia Jaya divonis 4 tahun penjara; serta Samson Sawangin selaku Direktur CV Samoa Raya divonis 2 tahun penjara.

Arminsyah mengatakan, upaya hukum terhadap Dasikin terhitung lama karena menunggu proses hukum dari lima pelaku lainnya. Karena salah satu terpidana sudah berkekuatan hukum tetap, maka penyidik Kejagung bisa menjerat Dasikin.

"Dengan dikuatkan oleh putusan itu, kami tambah yakin," kata Arminsyah.

Sumber: Kompas