Tahun Baru Imlek
恭 喜 发 财= Gōng Xǐ Fā Cái
Rabu, 29 Januari 2025
Imlek, Perayaan Agama Buddha atau Kong Hu Tju (Confusius)?
Banyak orang warga keturunan Tionghoa Buddhis setelah beralih memeluk keyakinan agama lain (agama Samawi).
Ada yang tidak lagi mau merayakan Imlek dengan mengatakan kalau mereka bukan lagi Buddhis.
Pernyataan ini seolah-olah mengindikasikan bahwa perayaan Tahun Imlek adalah hari raya agama Buddha.
Perayaan tahun Baru Imlek sesungguhnya bukan hari besar agama Buddha. Jadi setiap orang warga keturunan Tionghoa, apa pun keyakinan agamanya boleh merayakan Tahun Baru Imlek, karena sesungguhnya perayaan Tahun Baru Imlek merupakan perayaan tradisi dan budaya Tionghoa.
Sejarah Perayaan Imlek
Buddhisme pada mulanya masuk ke daratan Tiongkok pada tahun 65 M yang dibawa oleh dua orang Bhiksu dari Asia Tengah yang bernama Bhiksu Kasyapa Matangga dan Bhiksu Gobarana.
Pada saat Buddhisme masuk ke daratan Tiongkok pada 1960 tahun yang lalu, di daratan Tiongkok sudah ada dua aliran ajaran keyakinan yang dianut oleh warga setempat yaitu Taoisme dan Confusianisme.
Akan tetapi Buddhisme tidak saling bersinggungan dengan dua ajaran setempat, malah diterima dengan tangan terbuka oleh masyarakat setempat di sana, sehingga terjadilah sinkretisme (percampuran tiga aliran ajaran).
Yang kita kenal sekarang sebagai Sam Kaw (tiga ajaran = Tridharma), yaitu: Taoisme, Confusianisme, dan Buddhisme.
Pada saat itu, awal Buddhisme masuk ke daratan Tiongkok, 1960 tahun yang lalu, masyarakat Tiongkok sebelumnya sudah merayakan Imlek sejak ribuan tahun sebelumnya.
Jadi tahun ini (tahun 2025) adalah Imlek yang ke-4723.
Tahun Baru Imlek = Tradisi/Budaya Tionghoa
Dari sejarah ini kita bisa menyimpulkan bahwa perayaan Tahun Baru Imlek bukanlah hari besar agama Buddha. Namun, setiap warga keturunan Tionghoa yang beragama Buddha, boleh tetap ikut serta dalam perayaan tradisi Imlek ini.
Imlek dirayakan pertama kali pada 4723 tahun yang lalu, sejak dinasti awal di daratan Tiongkok yaitu dinasti Sia.
Perayaan Tahun Baru Imlek dirayakan untuk menyambut datangnya musim semi. Pada saat itu masyarakat Tiongkok hidup dengan cara bercocok tanam.
Saat musim dingin (salju), mereka tidak bisa beraktivitas di ladang mereka selama beberapa bulan lamanya.
Ketika musim semi tiba, mereka menyambutnya dengan sukacita karena bisa kembali beraktivitas di ladang, sehingga mendatangkan hasil panen yang berlimpah dan menyenangkan hati.
Datangnya musim semi ini mereka rayakan sebagai Tahun Baru Imlek dan mereka mengucapkan:
新 春 恭 喜 = Xīn Chūn Gōng Xǐ (Selamat datang musim semi).
Banyak orang keturunan Tionghoa di Indonesia merayakan Imlek tahun ini (tahun 2025) sebagai Tahun Baru Imlek 2576.
Imlek 2576 bukanlah Imlek yang dihitung sejak zaman dinasti Sia.
Imlek 2576 adalah Imlek versi kaum Confusianisme (dihitung sejak tahun kelahiran Confusius/Nabi Kong Hu Tju). Confusius lahir di Tiongkok pada tahun 551 SM.
Kaum Confusianisme begitu berterima kasih kepada Confusius, yang telah mengajarkan mereka etika dan moralitas, sehingga tahun lahir beliau dijadikan sebagai awal untuk menghitung perayaan Tahun Baru Imlek.
Sesungguhnya masyarakat Tiongkok saat itu (saat Nabi Kong Hu Tju lahir), masyarakat Tiongkok sudah merayakan Tahun Baru Imlek 2147 (perayaan Tahun Baru Imlek sudah dirayakan 2147 tahun sebelum lahirnya Confusius/Nabi Kong Hu Tju).
Tahun Baru Imlek merupakan Budaya etnis Tionghoa Nusantara dan kisah ini perlu diketahui dan dipahami untuk menambah pemahaman kita. 🙏🙏🙏
Selamat merayakan Imlek 2576/4723 (Rabu, 29 Januari 2025).
Selamat pagi dan selamat beraktivitas, salam kebaikan dan salam kerukunan🙏🙏🙏
Sumber: Kiriman dari teman di group WA
Catatan:
- Tahun Baru Imlek sudah dirayakan sejak zaman dinasti Sia (4723 tahun lalu), jika dihitung sampai tahun 2025.
- Jika Tahun Baru Imlek di tahun 2025 ini ditulis Tahun Baru Imlek 2576, itu artinya Tahun Baru Imlek dihitung dari kelahiran Nabi Kong Hu Tju.
- Saat Nabi Kong Hu Tju lahir, masyarakat Tiongkok sudah merayakan Tahun Baru Imlek 2147 (sudah merayakan Tahun Baru Imlek ke-2147).
- Jadi, perayaan Tahun Baru Imlek jika dihitung dari dinasti Sia, tahun 2025 ini adalah Tahun Baru Imlek 4723 (2576 + 2147 = 4723).
- So ... sejatinya perayaan Tahun Imlek adalah perayaan menyambut datangnya musim semi masyarakat Tiongkok (orang Tionghoa), bukan perayaan atau hari besar agama (agama Buddha ataupun agama Konghucu), meskipun sekarang ini di Indonesia, Tahun Baru Imlek dirayakan sebagai hari raya agama Kong Hu Tju (Konghucu/Confusianisme).
- Perayaan Tahun Baru Imlek (namanya juga tahun baru), adalah tradisi/budaya merayakan pergantian tahun versi Tiongkok (di tradisi lain ada tahun baru Masehi yang dirayakan tanggal 1 Januari, tahun baru Saka, dan tahun baru lain dari berbagai tradisi).
0 komentar:
Posting Komentar