Diskusi Kalyanamitta 02: Pattidana

Pattidana atau dalam bahasa Indonesia disebut pelimpahan jasa (terjemahanan darlam bahasa Inggris pun mirip: transfer of merit). Yang jadi pertanyaan awal adalah kata "pelimpahan jasa" yang dirasa kurang pas sebagai terjemahan (lebih tepatnya makna pattidana). Mungkin dari diskusi ini kita akan mendapatkan kata yang lebih pas untuk mengungkapkan kata pattidana?

Melakukan jasa kebaikan (karma baik) atas nama leluhur atau setelah melakukan jasa kebaikan kita mengingat almarhum almarhumah leluhur dengan harapan mereka yang terlahir di alam peta merasa gembira (pikiran/ batin mereka ikut berbahagia, artinya mereka melakukan perbuatan baik sendiri melalui pikiran dan akan membantu mereka terlahir di alam yang lebih baik). Itulah hakikat pattidana

Kadang ada anggapan bahwa pattidana bertentangan dengan Dhamma yang menyatakan: "Aku terlahir dari karmaku sendiri, mewarisi karmaku sendiri,..." Intinya apa yang kita lakukan, itu yang akan kita dapatkan (hukum karma, hukum tabur tuai). 

Arti kata pelimpahan:
pelimpahan /pe·lim·pah·an/ n proses, cara, perbuatan melimpahkan (memindahkan) hak, wewenang, dsb: pengadilan itu melakukan ~ wewenang kpd hakim untuk menangani perkara itu; (KBBI)

Kata pelimpahan terkesan memindahkan sesuatu (di satu sisi akan berkurang dan sisi yang lain bertambah), sedangkan dari penjelasan tentang pattidana tidak ada yang ditransfer atau dipindahkan atau dilimpahkan. Memang agak sulit memahami kata "pelimpahan jasa" ini.

Ada beberapa contoh yang (mungkin) lebih pas untuk menggambarkan arti pattidana ini. 


  1. Ibarat Anda menggunakan api pada lilin untuk menyalakan lilin lain, seolah ada api yang berpindah tapi api di tempat asal tidak berkurang.
  2. Seorang anak menerima rapor dan nilai bagus-bagus. Anak itu merasa gembira/ bahagia. Lalu anak itu memperlihatkan rapornya kepada kedua orangtuanya. Orangtua yang melihat nilai rapor anaknya bagus akan turut gembira/ bahagia. Anak itu sudah "mentransfer" kebahagiaan ke orangtua tapi tidak ada yang berkurang (nilainya tidak berubah, rapor itu tetap miliknya, jika kelak naik kelas atau dapat ranking, tetap si anak yang mendapatkannya (bukan orangtuanya).
  3. Tim sekolah kita bertanding. Tim kita hampir kalah dari tim lawan, maka kita berteriak memberikan dukungan, mungkin juga mengeluarkan "yel yel" untuk membangkitkan semangat. Tim kita yang semula sudah loyo tak bersemangat jadi semangat berjuang untuk menang. Tindakan ini seperti pattidana. Kita tidak memberikan sesuatu kepada tim kita (kita tidak mentransfer/ memberikan tim kita makanan atau minuman), kita hanya berteriak memberi semangat. Semangat timbul lalu mereka berjuang dan menang itu adalah perbuatan mereka sendiri.   

Silakan klik tautan berikut, bacaan yang bisa memberikan gambaran tentang pattidana

  1. Sahabat Dhamma
  2. Sangharatana
  3. Sudhammacaro
  4. Buku The Secret of Peta 1-3 

Jadi pattidana (pelimpahan jasa) bukan menyebabkan karma baik kita berkurang karena kita berikan kepada makhkluk peta, karma baik tetap milik kita bahkan bertambah (kita menginspirasi makhluk peta melakukan karma baik lewat pikiran dan membuat makhluk peta bisa terlahir di alam bahagia). 

Belum menemukan kata lain yang lebih pas untuk menerjemahkan kata pattidana dari bahasa Pali. Mungkin "mengundang mudita" atau "cipta kondisi"? 
 

0 comments: