Selamat Hari Metta, Yuk... Nonton Video Ini

Setiap tanggal 1 Januari, kita memperingati hari Metta (hari cinta kasih). Biasanya hari Metta (cinta kasih universal) ini disertai kegiatan pelepasan makhluk hidup ke habitatnya (fang sen). Kali ini penulis menyajikan beberapa video yang berkaitan dengan cinta kasih universal ini. 

Meski blog ini blog Buddhis, tapi pada kesempatan ini, penulis menyajikan video ini untuk disaksikan bukan dari sisi agama. Saat menyaksikan video ini, lepaskan segala atribut Anda (suku/ ras, agama, pandangan politik, jenis kelamin, atau yang lainnya). Saat Anda menyaksikan video-video ini, Anda hanya manusia. Ya... saksikan video ini dari sudut pandang kita sebagai manusia. Hanya itu saja...

Sama saja seperti kita menyaksikan video dan membaca berita ini (silakan klik): "Masih Pantaskah Disebut Manusia yang Berhati Nurani???"  Posisikan kita hanya sebagai manusia, bukan sebagai manusia dengan agama tertentu, atau manusia dari ras tertentu, atau lainnya.

Yang ingin berkomentar, silakan berkomentar (mohon tidak menyinggung soal SARA, tidak spam, atau pasang iklan) karena komentar yang tidak sesuai ketentuan, pasti akan kami hapus. 

Video-video di bawah ini mengandung adegan kekerasan yang mungkin akan membuat Anda merasa sangat tidak nyaman. Jika Anda termasuk orang yang tidak kuat menyaksikan adegan kekerasan (berdarah-darah), SEBAIKNYA Anda tidak menyaksikan video-video di bawah ini.












Setelah menyaksikan video pidato Gary Yourofsky (sekitar 4 tahun lalu), penulis berusaha untuk vegetarian (sebisa mungkin menghindari untuk mengkonsumsi makanan yang merupakan hasil pembunuhan, meski Buddha tidak melarang pengikutnya mengkonsumsi daging atau mengharuskan jadi vegetarian). 

Penulis tetap mengkonsumsi telur dan susu. Semula penulis mengira tidak ada kekejaman untuk menghasilkan telur dan susu. Semula penulis mengira ada teknologi yang memungkinkan sapi betina terus menghasilkan susu (seperti halnya ayam broiler yang setiap hari bertelur meski tanpa ayam pejantan). Ternyata sapi betina dipaksa untuk terus melahirkan (agar selalu berada dalam keadaan menyusui/ menghasilkan susu), anaknya diambil paksa dari induknya tanpa sempat menikmati susu dan kasih sayang induknya, sang induk menderita dan sang anak pun berakhir dengan tragis.

Telur dihasilkan tanpa kekejaman? Ternyata justru sebelum menghasilkan telur, kekejaman sudah lebih dulu terjadi. Sebelum menjadi ayam yang menghasilkan telur, anak ayam yang baru menetas sudah diseleksi (yang betina dan kelak menghasilkan telur diambil, yang jantan langsung dimasukkan ke mesin giling saat mereka masih hidup).

Hal ini penulis ketahui saat penulis menemukan 5 video berikutnya (5 video di bawah video pidato Gary Yourofsky), maka penulis berkomitmen akan berusaha sebisa mungkin untuk tidak mengkonsumsi susu dan telur. Biasanya saat belanja mingguan ke pasar swalayan, salah satu produk yang dibeli adalah susu (produk hewani). Sekarang penulis lebih memilih susu kedelai (soya).

Posting ini tidak bermaksud mempengaruhi pilihan Anda untuk konsumsi produk hewani atau tidak (semua pilihan ada di tangan Anda, tak ada yang boleh memaksa Anda). Hanya berbagi pengalaman penulis saat (dan setelah) menyaksikan video YouTube tersebut.

0 comments: