Suatu ketika, Āyasmā Mahākassapa tinggal di dekat Rājagaha.Saat itu, dua orang sāmaṇera sedang bersamanya.
Yang satu sangat baik, tekun, hormat, dan taat. Sedangkan yang satunya lagi malas, dan bersikap tidak hormat.
Ketika
Āyasmā Mahākassapa menasihati sāmaṇera malas itu, ia marah. Suatu hari
si malas menuju ke desa untuk menyambut derma makanan.
Ia
berbohong bahwa Āyasmā Mahākassapa sakit. Jadi, orang-orang desa
memberinya makanan yang sangat enak untuk dititipkan kepada Āyasmā
Mahākassapa.
Akan tetapi semua makan itu disantapnya sendiri, dan ia kembali ke Āyasmā Mahākassapa dengan tangan kosong.
Lagi-lagi ia dinasihati. Namun alih-alih menyesali perbuatannya, ia malah makin naik pitam.
Keesokan
harinya ketika Āyasmā Mahākassapa pergi menyambut derma makanan, si
malas itu menghancurkan barang-barang, lalu membakar pertapaan.
Jika pengelana tak bisa mendapatkan,
yang lebih baik atau setara dengan dirinya,
lakukan pengembaraan sendiri dengan teguh,
tak bersahabat dengan orang dungu.
-----
Diterjemahkan dari Pāḷi ke Indonesia oleh Handaka Vijjānanda.
#tipitaka #sutta #abhidhamma #vinaya #dhamma #dharma #dhammadesana #nikaya #dhammapada #vipassana #theravada #namobuddha #buddha #buddhism #gautambuddha #quotesindonesia #katakatabijak #katamutiara #motivasi #motivationalaquotes #katamotivasi #meditasi #meditation #mindfulness #friend #friendship #pernikahan #pergaulan #parentingtips #relationship
Sumber: Ehipassiko Foundation
0 komentar:
Posting Komentar