Tipitaka Harian 055, Dhammapada 1; Cerita Thera Cakkhupāla

 


Suatu hari, Āyasmā Cakkhupāla berkunjung ke Hutan Jeta untuk melakukan penghormatan kepada Buddha.

Malamnya, saat melakukan tapa jalan, tanpa sengaja ia menginjak mati banyak serangga. Keesokan paginya, serombongan bhikkhu bermaksud mengunjunginya.

Namun di dekat tempat Āyasmā Cakkhupāla menginap, mereka melihat banyak serangga mati. Bhikkhu-bhikkhu mengadukan hal ini kepada Buddha.

Namun Buddha menyatakan bahwa Āyasmā Cakkhupāla tidak melihat serangga-serangga itu karena matanya buta. Selain itu, Āyasmā Cakkhupāla juga telah mencapai kesucian Yang Layak, sehingga tidak mungkin ia dengan sengaja membunuh.

Buddha kemudian menuturkan bahwa pada kehidupan lampau Āyasmā Cakkhupāla pernah menjadi tabib. Salah satu pasiennya, seorang wanita, berhasil ia sembuhkan penyakit matanya.

Si wanita membohongi sang tabib karena hendak berkelit dari janji yang telah dibuatnya kepada sang tabib jika ia berhasil menyembuhkan sakit matanya.

Karena marah, sang tabib akhirnya memberikan obat lagi yang akhirnya membutakan mata wanita itu.

-----
Diterjemahkan dari Pāḷi ke Indonesia oleh Handaka Vijjānanda.

#tipitakaharian #tipitaka #buddhadhamma #buddhadharma #dharma #dhammapada #dhamma #dharma #truth #kindness #love #positifthinking #mind #meditasi #meditation #cintakasih #kasihsayang #agama #buddha #gautambuddha #buddhagautama #namobuddha #buddhaquotes #buddhateachings #buddhastatue #amituofo #amitabha #chinese #kebahagiaan #weekend


Sumber: Ehipassiko Foundation

0 komentar: