Menebar Buku 1001, Menuai Komentar

2 Cover Depan Buku "1001"

"Cetak buku setiap ada momen penting" itu tradisi kami. Untuk melengkapi tradisi tersebut, kami mencetak buku berjudul "1001" untuk memperingati kelahiran putra ke-2 kami. Penerbitan buku "1001" ini terlambat karena beberapa sebab. Untunglah akhirnya buku "1001" ini bisa terbit bertepatan dengan ultah ke-6 Revata Dracozwei Jan (Ray), putra ke-2 kami.

"Setiap menerbitkan buku, selalu ada kejutan karena keunikannya" begitu komentar seorang teman penulis. Ya, memang inginnya begitu. Selalu unik sehingga menarik perhatian pembaca. Syukur kalau menarik perhatian dewan juri Muri (Museum Rekor dunia Indonesia) seperti "Buku Mini Tanda Kasih" (souvenir pernikahan kami) dan "Buku Tanpa Judul" (dalam rangka kelahiran Dhika, putra pertama kami) yang keduanya tercatat sebagai rekor Muri. Obsesi penulis, buku "1001" ini pun tercatat sebagai rekor Muri.

Apa kata pembaca yang sudah melihat dan membaca buku "1001" ini? Inilah komentar mereka (komentar masih akan bertambah, ada yang belum masuk dan ada yang belum diketik):

  1. Romo Surya Widya (penulis buku Setitik Cahaya di Balik Kabut 1-4), Jakarta: "Bagus, tapi untuk saya ukuran hurufnya terlalu kecil" via pesan di FB.
  2. Elina Wirawan, Medan (mantan relawan ITC): "Saya sudah terima buku "1001" terima kasih banyak. Bukunya sangat menginspirasi dan membuat saya jadi ingin ikut kreatif juga. REVATA ANAKKU, Siiip banget. Anumodana..." via SMS 0816 317 XXXX (23-04-2012, 19:15:33)
  3. Widya Putra (ketua PVVD 2011-2012), Bandung: "Buku ini berisi cerita yang memberikan wawasanda pengertian kepada umat Buddha, khususnya hal-hal yang sering menjadi kesalpahaman. Selain itu, desain buku juga unik dan kreatif" via SMS 0852 7099 XXXX (11-04-2012, 08:48:15)
  4. Ros Merry (ibu rumah tangga), Muara Bungo, Jambi: "Bagus dan menarik untuk dijadikan bacaan" via SMS 0852 6682 XXXX (08-04-2012, 16:15:16) 
  5. Aldo Sinatra (karyawan swasta), Bandung: " Keren!!! Singkat, padat, dan langsung ke sasaran" via SMS 0813 2246 XXXX (19-03-2012, 15:52:49)
  6. Intan Vandhery (pemred BVD 2011-2012), Bandung: "Bukunya unik. Bagus-bagus isinya. Keren tuh nama anak Koko. Kreatif" via SMS 0853 1411 XXXX (27-02-2012, 11:53:10)
  7. Chuang (penerjemah buku Dhamma), Denpasar, Bali: "Kiriman buku darimu sudah kuterima tadi dan sudah kubaca. Wah, bukunya amat mini ya, hehehehe...isinya secara umum oke, tapi ada beberapa yangg terkesan dipenggal atau terpaksa dipenggal (semestinya bisa diteruskan tapi mungkin masalah ketersediaan halaman?) Dan ukurannya yang mini menyebabkan beberapa orang rasanya akan kesulitan membaca buku ini, khususnya orang-orang tua atau yang matanya sudah tidak bagus lagi seperti aku ini. Juga, dangan bentuk kecil mungil seperti ini sulit juga dikoleksi karena pasti akan terselip di suatu tempat atau susah dicari-cari jika sudah diletakkan di rak buku. Mengapa kamu tidak mencoba menawarkan naskahmu untuk seri DPI di Ehipassiko? Tapi tentu saja, harus dipermak lagi karena menurutku beberapa artikel mesti di"bungkus" lagi supaya lebih menarik, biar tidak terkesan sebuah ceramah atau ceramah yg ditulis ulang. Iya, bener, tantangannya berat juga menyampaikan pesan dalam 1000 karakter, tapi menurutku kalau kamu berusaha lebih keras akan tetap bisa utuh tuh dan berbungkus yang bagus-bagus sehinga kesannya nggak terpenggal. Ya, soal huruf juga kekecilan..." via pesan FB.
  8. Johan Kho (mantan relawan penerjemah buku Dhamma di ITC), Jakarta: "Unik. Kecil tapi berbobot.  Buku sakunya sudah saya terima 2 hari yang lalu; sudah dibaca.  Bagus bener idenya untuk membuat buku seribu satu. Isinya jg bagus, cuma 1.000 karakter per judul membuat cerita jadi terasa singkat, tapi 'menggelitik' pembaca untuk mencari tahu lebih. Lebih-lebih 'Cermin'nya yang diangkat dari kisah nyata sendiri menghidupkan dan melengkapi buku saku ini. Selamat atas kelahiran putra (anak) kedua Jan yang gagah; semoga akan membawa kedamaian bagi semua makhluk, Revata. Kalau masih ada soft copy Setetes Dhamma 1-3 saya minta dikirim" via BBM. (07-04-2012)
  9. Willy Yanto Wijaya (penulis buku Buddhis), Tokyo, Jepang: "Oh ya saya sudah baca buku 1001, karya yang bagus dan unik. Memang karya-karya Ko HFJ pasti jaminan mutu deh, he...he...he..." (02-09-2012)

Category:

0 comments: